Most Popular

Bagian-bagian pada kamera DSLR dan fungsinya.

Bagian-bagian pada kamera DSLR  dan fungsinya.

 Pada kamera DSLR terdapat banyak sekali bagian-bagian. Pada setiap bagian
  mempunyai kegunaan dan fungsinya sendiri. Seperti Shutter untuk mengaktifkan auto
  focus dan tombol untuk menangkap gambar. Untuk lebih jelasnya  di sini saya akan
  menjelaskan bagian-bagian kamera dan fungsinya. 


          1. Shutter         

Tombol ini berfungsi untuk mengaktifkan AF(Auto Focus) dan untuk mengambil gambar.

Memencet tombol mungkin terdengar sepele, namun bagi pemula yang baru memiliki kamera, tentu ada hal yang perlu diketahui, karena saat anda memencet tombol shutter dengan benar maka kerja kamera akan lebih optimal. Yang perlu anda ketahui adalah bahwa cara memencet tombol shutter menentukan bagaimana kamera melakukan metering dan autofokus.
Anim halfpress
Arahkan kamera ke obyek yang akan anda foto kemudian pencet shutter kebawah namun jangan pencet sampai habis, pencetlah kira-kira separuh jalan dulu tanpa jari anda lepas dari tombol. Anda akan merasakan bahwa ada batas halus yang mengatakan “oh, berhenti disini dulu ya, aku mau mikir sebentar nih”. Dengan berhenti dulu sebentar ditengah jalan, anda memberi waktu bagi mekanisme autofokus kamera untuk maenganalisis obyek foto, mencari titik fokus dan baru kemudian mengunci fokus.
Halfpress hold
Begitu fokus terkunci, kamera akan mengkonfirmasi bahwa dia sudah dapat fokus dan biasanya memberi tahu kita disebelah mana titik fokus dikunci dengan tampilan kotak kecil yang bersinar terang (baik di viewfinder – DSLR maupun LCD – Kamera Saku). Sepanjang titik fokus tadi sudah berada di tempat yang sesuai keinginan anda, berarti kamera sudah melakukan autofokus dengan benar. Ditahap ini anda juga bisa mengatur ulang komposisi, menggeser sedikit sudut pemotretan sambil kamera terus mengunci fokus. Saat ini kamera juga akan melakukan proses metering terhadap obyek foto yang masuk frame.
Anim fullpress
Setelah mengunci fokus anda puas dengan calon foto yang tampak, kamera secara default akan memberi tahu juga dengan suara beep. Dititik ini sekarang anda bisa memencet penuh tombol shutter sampai mentok habis dan kamera akan mengambil foto.
Proses pencet separuh – tunggu – pencet habis ini cukup krusial jika anda memakai kamera autofokus, dan secara teknis biasanya dinamai pre-focus. Jika anda nekat langsung memencet habis shutter dikesempatan pertama tanpa ada proses berhenti di separuh jalan, ada kemungkinan kamera tidak bisa menemukan titik fokus sesuai keinginan anda serta metering belum bisa bekerja optimal.








   2. Dial Mode Button
Bagian ini terdapat mode-mode untuk pengambilan gambar seperti mode manual, mode auto, dan mode close up.


Mode pada kamera merupakan pilihan setting-an pemotretan dalam berbagai situasi yang terdapat pada kamera digital. Mode kamera DSLR profesional cenderung fokus ke Mode Manual, kamera saku (poket) fokus ke Mode Auto dan kamera prosumer (semi DSLR) sering menggunakan variasi antara Mode Manual dan Mode Auto. Pilihan Mode di kamera pada berbagai merek adalah sama hanya terdapat pada perbedaan simbol yang digunakan.



Simbol pilihan Mode untuk beberapa merek kamera

Secara umum Mode kamera yang sering terdapat pada kamera dibagi menjadi:
1. Mode Otomatis: AUTO, Portrait, Macro, Landscape, Sports/Action dan Night Shoot.
2. Mode Semi Otomatis: Aperture Priority, Shutter Speed Priority dan Program
3. Mode Manual

Mode AUTO

Dalam mode AUTO seluruh setting-an dilakukan secara otomatis oleh kamera yang meliputi setting-an shutter speed, aperture, ISO, white balance, fokus dan flash untuk mengambil gambar se optimal mungkin.

Mode Portrait
Jika memilih mode Portrait secara otomatis kamera memilih aperture yang besar (nilai f kecil) untuk mengaburkan background dan hanya fokus pada objek. Mode ini bagus digunakan untuk memotret objek tunggal sehingga mendapatkan jarak yang dekat dengan objek, mode ini juga bisa mengenali dan fokus pada wajah manusia.

Mode Macro
Mode Macro memungkinkan fotografer bergerak lebih dekat ke objek untuk mengambil gambar close up. Macro ini sering digunakan untuk memotret bunga, serangga atau objek kecil/makro lainnya. Bila menggunakan mode ini fokus akan lebih sulit didapatkan karena kedalaman bidang fokus (depth of field) sangat sempit, untuk itu disarankan menggunakan tripod agar fokus mudah didapatkan.

Mode Landscape
Bisa dikatakan bahwa mode Landscape adalah kebalikan dari mode Portrait dari segi aperture yang digunakan. Landscape memberikan aperture yang kecil (nilai f besar) sehingga bidang fokus nya lebih luas. Pada saat yang sama kamera juga memilih shutter speed yang lebih lambat untuk mengkompensasi aperture yang kecil. Mode ini bagus digunakan untuk memotret pemandangan.

Mode Sport/Action
Mode Sport/Action ideal digunakan untuk menangkap objek yang bergerak seperti atlet sedang berolahraga, binatang peliharaan, mobil, binatang liar, dll. Mode ini menangkap objek yang bergerak dengan menaikkan shutter speed dan ISO.

Mode Night Shoot
Mode Night Shoot (atau disebut juga shutter pelan) digunakan untuk memotret dengan kondisi pencahayaan yang kurang, kamera secara otomatis akan men-setting shutter speed yang lebih lama. Dalam mode ini disarankan untuk menggunakan tripod karena shutter speed yang lama akan membutuhkan kestabilan kamera agar tidak menghasilkan gambar yang buram atau blur.

Mode Aperture Priority (A atau Av; Aperture value)
Mode ini memberikan kontrol secara manual terhadap setting aperture dan kamera akan memilih setting-an yang lain secara otomatis (shutter speed, white balance, ISO, dll) untuk mendapatkan eksposure yang bagus.

Mode Shutter Priority (S atau Tv; Time value)
Mode Shutter Priority mirip dengan mode Aperture Priority hanya saja yang dikontrol manual adalah shutter speed sedangkan setting-an yang lain otomatis dipilih oleh kamera.

Mode Program (P)
Mode ini hampir sama dengan mode AUTO tetapi mode Program memberikan sedikit pengaturan secara manual terhadap aperture, shutter speed dan ISO.

Mode Manual (M)
Mode Manual memberikan kontrol yang penuh kepada fotografer untuk memilih setting yang diinginkan seperti shutter speed, aperture, ISO, white balance, flash, dll.





   3. Tombol Pelepas Lensa
Jika anda ingin melepas lensa atau Mengganti Lensa dari kamera tekan tombol tersebut.
Berikut Cara Mengganti Lensa Kamera DSLR


Cara Mengganti Lensa Kamera DSLR


Salah satu keuntungan dari DSLR adalah fotografer dapat menukar lensa pada bodi kamera untuk mendapatkan berbagai efek fotografi. Mengganti lensa pada kamera merupakan langkah penting dalam bidang fotografi. Memiliki dan menggunakan banyak lensa menawarkan perspektif atau keuntungan tersendiri dalam pengambilan gambar. Kamera DSLR memiliki mekanisme untuk mengganti lensa dengan cepat dan mudah.
Berikut adalah beberapa teknik untuk mengganti lensa DSLR. Keuntungan dari teknik ini, adalah sangat cepat dan mudah, dan meminimalkan risiko masuknya debu pada sensor kamera.
  1. Hindari mengganti lensa di lingkungan berisiko (di mana ada angin, air, debu, dll).
  2. Matikan kamera sebelum mengganti lensa. Pada beberapa kamera, sensornya memiliki muatan listrik yang akan menarik debu seperti magnet.
  3. Siapkan lensa pengganti sebelum melakukan pergantian sehingga kamera tidak terbuka untuk jangka waktu yang lama.
  4. Pegang bodi kamera dengan satu tangan dan pegang lensa dengan tangan yang lain. Arahkan kamera ke bawah ketika mengganti lensa.
  5. Tekan tombol pelepas lensa, biasanya terletak pada bodi kamera di dekat lensa. Mungkin lebih mudah jika menekan tombol dengan jari pada tangan yang sedang memegang bodi kamera. Dengan demikian kita masih dapat memegang lensa dengan baik.
  6. Pegang kamera terbalik (dengan lensa menghadap ke bawah) ketika mengganti lensa – sehingga tidak memungkinkan debu masuk ke dalam kamera (kecuali ada angin yang berhembus ke dalamnya).
  7. Lanjutkan menekan tombol pelepas lensa, dan perlahan-lahan putar lensa menjauh dari bodi kamera. Tidak perlu dipaksa, karena seharusnya lensa dapat dengan mudah dilepas. Jika tidak, pastikan tombol pelepas ditekan sepenuhnya.
  8. Pegang bodi kamera dengan aman, sementara menyelaraskan lensa baru pada kamera tersebut. Tanda petunjuk penyelasaran ada dua, satu terletak pada lensa, sedangkan yang lain pada bodi kamera. Tergantung pada kamera DSLR yang kita punya, panduan penyelarasan mungkin bervariasi. Beberapa kamera dapat berupa dua titik, sedangkan tipe lain mungkin berbentuk dua garis kecil.
  9. Periksa lensa yang sebelum memasangnya, apakah terdapat debu – jika ada gunakan blower untuk membersihkannya.
  10. Sejajarkan tanda petunjuk penyelarasan keselarasan dan putar lensa ke dalam bodi kamera dengan arah yang berlawanan dari cara saat melepasnya. Lensa harus tepat ke tempatnya. Jika tidak, pastikan tombol pelepas lensa tidak ditekan.
  11. Pasang tutup pada kedua lensa. Simpan dengan aman dalam tas kamera.


  4. Flash Built-in
Untuk memberikan cahaya. Flash ini juga dapat bekerja otomatis pada mode-mode tertentu.

Ada saat ketika kita membutuhkan built-in flash untuk pasangan fast shutter speed di ruangan temaram karena tidak punya pilihan lain. Sebenarnya flash bawaan ini tidak selalu buruk. Pada waktu-waktu yang tepat, dia akan membantu (kalau tanpa guna, buat apa dipasang di kamera? Tapi kenyataannya, kamera dSLR high-end sudah meniadakan fitur built-in flash ini karena memang jarang digunakan – dan dengan asumsi pemakai dSLR high-end mampu membeli external flash dan strobist.) Lalu kapan built-in flash sebaiknya digunakan dan kapan tidak?
Sebaiknya Tidak Digunakan Untuk Memotret:
  • Acara di area yang sangat luas. Built-in flash hanya mampu mencapai jarak 5 meter, paling jauh. Jadi kalau kamu sedang menonton konser atau pertandingan olahraga (yang biasanya hanya mengijinkan kamera point-and-shoot ) kamu tidak akan bisa memanfaatkan flash untuk memotret penyanyi atau atlet idola kamu. Jadi, matikan saja. Biarkan lampu panggung atau stadion yang bekerja.
  • Melewati kaca. Pernahkah kamu pergi ke kebun binatang atau ke Sea World dan memotret binatang di balik akuarium tapi yang muncul malah pantulan cahaya putih karena kamu menyalakan flash? Ya. Sangat mengganggu. Untuk keadaan seperti ini, long exposure akan lebih baik.
  • Dirimu sendiri di cermin. Alasannya sama seperti pada poin diatas.
  • Orang di ruang bercahaya rendah. Karena sinar putih dari flash akan membuat orang tersebut overexposed dan kehilangan detil di wajahnya, belum lagi kemungkinan pupil matanya jadi merah.
  • Bayi. Karena mata mereka yang sensitif rentan pada cahaya.
Namun, sebenarnya, kamera dSLR punya beberapa setting yang bisa meminimalisasi “bencana” yang dihasilkan flash. Jika flash pada posisi naik, kamu akan punya pilihan seperti ini:
fotonela12
Masing-masing pengaturan akan mencegah terjadinya poin 3 dan 4 diatas. Slow flash bisa melembutkan cahaya yang keluar dan akan lebih tersebar. Rear flash bisa digunakan untuk memotret gerakan di ruang bercahaya rendah tanpa membuatnya kaku. Selain itu, dSLR juga menyediakan flash compensation (gambar kanan) yang ada di kisaran -3.0 sampai +1.0. Semakin besar angkanya, semakin terang cahaya yang dihasilkan flash.
Flash Sebaiknya Digunakan Ketika:
  • Memotret di luar rumah saat matahari bersinar terang, dan objek yang difoto tersembunyi dalam bayangan. Idealnya, cahaya matahari juga bisa dimanfaatkan untuk menerangi objek, tapi ketika matahari pada posisi di atas atau di belakang objek, maka flash sebaiknya digunakan. Kecuali tujuannya memang membuat foto siluet.
  • Memotret di ruangan yang benar-benar gelap
Lalu, bagaimana kita bisa menghindari pemakaian flash yang tidak perlu? Long exposure! Stabilkan kameramu dengan tripod atau permukaan yang datar atau berlatih memantapkan tangan. Kalau harus memakai flash tapi tidak mau mendapat hasil yang buruk, kembali ke atas, gunakan pengaturan kamera untuk mengurangi ketajaman flash. Atau kamu bisa coba menggunakan diffuser atau penahan cahaya. Ini bisa kamu buat sendiri dengan menempelkan kertas tissue tipis, kertas filter kopi, atau isolasi matte di depan lampu flash






 5. Grip
Bagian ini terdapat pada sisi sebelah kanan yang menonjol berguna untuk pegangan tangan pada kamera.
Terubuat dari bahan palstik yang dilapisi karet untuk mencegah kamera jatuh karena licin dan agar tetap dalam genggaman  









  6. Dudukan Lensa
Bagian ini berguna untuk memasang atau menghubungkan lensa dengan kamera dan memasang tutupan kamera di dekat bagian ini terdapat titik putih dan merah agar








          7. Lensa
Bagian ini terdapat pada depan kamera yang berbentuk tabung. Bagian ini terdapat pengaturan fokus dan zoom. Bagian ini sangat penting karena jika tidak ada lensa maka kamera tidak dapat bekerja karena lensa ini berguna untuk menangkap atau mengambil gambar.
Penjelasan tentang lensa dapat dilihat disini



          8. Soket Tripod
Soket Tripod biasanya berada di bawah kerangka kamera yang berukuran sekrup. Dan berfungsi untuk tempat memasang tripod ataupun Monopod







          9. Viewfinder
Viewfinder atau jendela bilik ini terdapat karet yang berfungsi untuk bantalan mata (eye piece) dan sebagai penahan cahaya. Viewfinder ini berguna untuk melihat objek yang akan dipotret.


Tentang Viewfinder Dan Pemfokusan yang tepat:

Memahami Mekanisme untuk Melakukan Pemfokusan yang Tepat

Kebanyakan kamera SLR digital yang ada di pasar saat ini dipasangi mekanisme “autofocus (AF)”, fitur praktis yang memungkinkan fokus diperoleh hanya dengan menekan tombol shutter. Selanjutnya, fotografer juga harus punya “tujuan” yang jelas untuk menetapkan fokus, karena kamera tidak didesain untuk menetapkan fokus secara otomatis pada titik yang diinginkan dalam suatu gambar. Pemfokusan harus dilakukan dengan benar setelah memahami logika ini.

Titik AF / Titik untuk menetapkan fokus selama AF (pemfokusan otomatis)

Titik-titik di mana AF dapat ditetapkan diindikasikan oleh bingkai AF segi empat pada layar viewfinder. Dalam mode pemilihan otomatis, titik fokus yang diperoleh disinari warna merah dan terdengar bunyi “bip”. Anda juga dapat menetapkan fokus dengan memilih salah satu AF secara manual.

Tentukan tempat yang Anda inginkan untuk menetapkan fokus

[1] Arahkan kamera pada subjek lalu tekan tombol shutter separuh ke bawah

Setelah menekan tombol shutter separuh ke bawah, mekanisme autofocus diaktifkan, dan pemfokusan dimulai.

[2] Fokus jatuh bukan pada titik yang dituju

Terdengar bunyi “bip”, yang mengindikasikan bahwa fokus sudah diperoleh. Namun, dalam mode pemilihan titik auto AF, fokus secara otomatis jatuh pada subjek yang terdekat ke kamera.

[3] Tekan tombol pemilihan titik AF

Jika terdapat titik yang Anda inginkan untuk menetapkan fokus, tekan tombol pemilihan titik AF.

[4] Titik AF menyala merah

Sewaktu menekan tombol pemilihan titik AF, semua titik AF menyala merah.

[5] Putar Main Dial

Putar Main Dial untuk memilih salah satu titik AF yang disinari secara manual.

[6] Pindahkan bingkai AF

Sewaktu melihat melalui viewfinder, putar Main Dial untuk memindahkan bingkai AF merah, lalu berhenti pada posisi yang Anda inginkan untuk menetapkan fokus.

[7] Tekan lagi tombol shutter separuh ke bawah

Tekan lagi tombol shutter separuh ke bawah untuk menetapkan fokus Setelah mendengar bunyi “bip” dan memeriksa gambar viewfinder, tekan tombol shutter seluruhnya ke bawah untuk mengambil foto.






          10. LCD
Bagian ini mempunyai 3 fungsi yaitu untuk melihat hasil foto, melihat settingan dan info pada kamera dan bisa juga menjadi viewfinder.

LCD juga Berguna Untuk melihat gambar pada saat Merekam video atau Video Recording , karena melihat rekaman /penampil saat merekam video tidak bisa melalui Videwfinder.





          11. Tombol Menu
Berfungsi untuk menyetel kamera yang dapat dilihat pada LCD.

Isi dalam Tobol menu Antara lain 
  • mengubah warna tampilan / interface menu pada LCD
  • mengubah kontras pada LCD
  • Mengatur Wind cut (Menghilang/ mengurangi suara bising akibat angin)
  • Mengatur Tingkat kualitas video 
  • mengatur kualitas Suara Pada Mode Recording 
  • Mengarur koneksi Wifi (Pada kamera yang Terdapat Wifi Build-in)
  • Mengatur Bunyi Dalam Pengoprasian Camera (Bunyi beep pada saat memfoto)
  • Mengatur lamanya Melihat gambar yang baru diambil 
  • Mengatur Foto atau video yang dapat terproteksi agar tidak dapat Dihapus
  • Dan lain lain




          12. Tombol Navigasi
Tombol ini berfungsi untuk menjadi analog pada memilih setting atau biasa menjadi analog untuk melihat foto. Tiap kamera berbeda ada yang berbentuk analog dan scroll.
Fungsi dari tombol ini :
  • memindahkan fokus (Dalam viewfinder)
  • Mengubah tingkat iso (Jika dalam Pilihan ISO)
  • Mengubah Shutter speed (jika dalam pilihan Shutter speed)
  • Mengubah Aperture (jika dalam pilihan Aperture)

13.Playback













Untuk melihat hasil gambar yang sudah anda ambil.



14.Trash Icon
   Tombol yang berfungsi untuk menghapus gambar

15.Mode Movie/Live View
   Tombol untuk beralih antara mode ‘Live View’ dan ‘Movie’.Gunakan tombol start/stop untuk mulai merekam video.


Demikian Tulisan Tentang Bagian-bagian pada kamera DSLR  dan fungsinya.



-Till Next Time And Be Creative-

No comments :

Post a Comment